Senin, 27 Juli 2009

Kakao



Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan tanaman tahunan. Jika dibudidayakan dengan baik dapat memberikan produksi yang menguntungkan sampai umur yang panjang. Berdasarkan hasil penelitian di tujuh kebun kakao di Jawa Timur, menyebutkan produksi puncak kakao dapat dicapai pada umur 17-25 tahun. Keuntungan nominal rata-rata per tahun terbesar dapat diperoleh jika tanaman kakao diusahakan sampai umur 37 tahun.
Pertumbuhan dan produksi sebagai suatu fenotipe tanaman merupakan interaksi antara faktor genetis tanaman dan lingkungannya. Karena itu, pertumbuhan dan produktivitas kakao ditentukan oleh sifat genetis bahan tanamannya dan interaksinya dengan lingkungan tempat tumbuhnya. Produksi potensial ditentukan oleh sifat genetis bahan tanam yang digunakan, sedangkan produksi aktual di lapangan ditentukan oleh lingkungan tempat tumbuhnya, baik berupa kondisi kesesuaian lahan maupun cara budi dayanya. Selain pemilihan lahan yang sesuai dan cara budi daya yang baik, pemilihan bahan tanaman merupakan modal dasar untuk mendapatkan produksi kakao yang tinggi.

PEMILIHAN JENIS / KLON KAKAO
Mendapatkan bahan tanam yang memiliki sifat sesuai dengan yang diinginkan perlu dilakukan pengujian dan seleksi. Tindakan ini dapat dilakukan dengan mengamati percobaan pengujian klon-klon kakao sebagai berikut
  • Pertumbuhan dan prekositasnya (sifat cepat atau lambat dalam pembungaan dan pembuahan awal).
  • Daya hasil dan mutu hasilnya.
  • Ketahanan terhadap serangan hama dan penyakit utama dari hasil pengujian klon dapat diperoleh klon-klon terpilih yang dapat digunakan sebagai bahan tanam atau bahan persilangan dalam pembuatan kakao hibrida.

Kakao yang telah teruji sebagai kakao mulia unggulan untuk Sumatera Utara dan NAD adalah KLON KAKAO HYBRIDA TSH 858, TSH 908, TSH 654, IMC 67, AML dan PA. Tetapi yang paling baik dikembangkan adalah TSH 858. Dengan penggunaan bibit dari pengetatif (okulasi atau grafting)
Bahan tanam kakao merupakan modal dasar untuk mencapai produksi kakao yang tinggi. Kesalahan pemilihan dan penggunaan bahan tanam akan mengakibatkan kerugian dalam jangka panjang. Karena itu, pemilihan bahan tanam merupakan tindakan awal yang sangat penting dalam budi daya kakao. Pemilihan dan penggunaan bahan tanam kakao unggul perlu diikuti dengan tindakan kultur teknis yang baik, antara lain meliputi pembibitan, perawatan tanaman di lapangan, dan penanganan pascapanennya sehingga usaha budi daya kakao membawa hasil yang optimal dan memuaskan.

Untuk itu, kami hadir memberikan ketersediaan bahan tanam (bibit) kakao jenis TSH 858 yang sudah teruji keunggulannya. Kami juga menyediakan konsultasi dalam pembukaan kebun maupun pengembangan kebun kakao agar hasil yang diinginkan dapat tercapai dengan baik.
Harga : Rp. 4000/btg (Qty: Nego)

Untuk Informasi dan konsultasi lebih lanjut, hubungi marketing kami :
Telp: 061- 77 953 789
Hp: 0813 76 989 789 (Hakim)
      0852 6233 9289 (Abrar)
email: bibitkakao@gmail.com


1 komentar:

  1. saya punya lahan 1 hektar, tepatnya di dekat laut selatan pulau jawa. apakah ketinggian dari permukaan laut dapat menentukan tumbuh kembangnya tanaman kakao ?

    BalasHapus